Kamis, 29 Juli 2010
Manisnya Bercinta dengan Kalamullah
Manis, lebih manis dari setetes madu. Itulah kecintaan dengan Al-Qur’an. Semoga kita dianugerahkan hati yang tenag dalam bersahabat dengan Kalamullah. Semoga kita diberikan pikiran yang lapang untuk berdekat-dekat dengannya. Adalah suatu kemuliaan kita bila kita sanggup menetapi keadaan itu, bercinta dengan Kalamullah.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
8 Tulisan Populer Pekan Ini
-
Saya akan mencoba menjelaskan perbedaan antara AUDITEE, GUIDE, AUDIT TEAM dan OBSERVER di dalam dunia audit sistem manajemen. AUDIT...
-
Hari ini aku mengenangmu kembali. Tidak terasa waktu itu ternyata cepat sekali berlalu. Tepat setahun lalu di tanggal yang sama dengan hari ...
-
Sebenarnya membanding-bandingkan bidang ilmu dengan tujuan mencari mana yang lebih baik adalah pekerjaan paling bodoh di atas bumi, itu pe...
-
Atas Nama Cinta Rabb, izinkan aku mencintainya Inilah doa-doa panjang dalam sujud harian. Mudah-mudahan ada perubahan di detik detik penanti...
-
Pada suatu kesempatan dimana saya menjadi instruktur pelatihan Sistem Jaminan Halal Internal bagi karyawan baru, ada pertanyaan menga...
-
Mari Berikhtiar Akademik… Kalau ada istilah revolusi akademik beberapa tahun yang lalu dimunculkan. Entah itu hasil ‘konsorsium’ para ADK at...
-
Hebat, padek… Karena kita dan antum semua bergembira dengan datangnya Ramadhan yang mulia. Tapi ingat, ada sebagian orang yang pura-pura gem...
-
Sekadar menjawab secara singkat, mengapa bahasa yang digunakan di dalam tulisan ilmiah selalu berbentuk pasif. Ini disebabkan oleh pekerja...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar