SELAMAT DATANG DI SITUS BLOG HADZIHI SABILI - JEHADEMUSA

Sabtu, 28 Juni 2008

Dengungan Jiwa-Jiwa Perindu Pemberani

Dengungan Jiwa-Jiwa Perindu Pemberani

Betapa banyak kenyataan yang kami lihat di sekitar batin. Hanya sekilas pandang, sudah jelas-jelas banyak kebatilan. Baik itu di rumah, di sekolah dimana remaja-remaja kita dibiakkan, kampus dimana pemuda-pemuda para kandidat pemimpin dunia ditempa, pasar-pasar tempat paling ramai dikunjungi oleh segala jenis manusia, bahkan tak jarang di masjid yang tersuci sekalipun tetap ada.

Sebagai salah seorang yang tergabung daam komunitas kimia, mahasiswa yang setiap hari mempelajari, memikirkan tentang zat-zat dengan segala macam sifatnya. Tidak sedikit juga telah mempelajari toksikologi, efeknya terhadap makhluk hidup. Betapa banyak info di sekitar telinga umat ini ya ALLAH, mereka tetap saja tidak mau tahu dan tidak paham : CONTOHNYA ROKOK, ia berbahaya, sangat berbahaya, namun betapa banyak umat ini yang masih mendekati menda berbahaya itu! Aku telah terlanjur mengkategorikan yang satu ini dalam bab kebatilan. Benar! Kebatilan terpelihara seindah bunga yang mekar di taman, tak ada seorang pun yang peduli. Ah, seharusnya kita peduli wahai sahabat. Kuahu, kalian juga sudah lama ingin berutara semacam ini…

Rasulullah adalah manusia agung yang diutus oleh Allah untuk mencegah kemungkaran. Seperginya beliau dari dunia, beliau berpesan 3 hal pada kita semua : Gunakan 3 kekuatan untuk mencegah kemungkaran, nama lain dari kebatilan. Dengan tangan. Dengan lisan. Dengan hati. 3 tipe yang diurutkan berdasarkan skala prioritas utama. Bukan sebaiknya. Ia juga diberikan balasan : PAHALA. Semakin terprioritaskan dengan baik, dari tangan-lisan-hingga hati… itu akan menawarkan pahala yang sangat dahsyat! DAHSYAT… Kekuatana utama ada pada tangan! Genggaman para manusia yang memiliki kuasa, tak lain dan tak bukan adalah mereka yang sedang berperan sebagai pengatur, pengelola, pembijaksana, dan pengayom : WAHAI PARA PEMIMPIN zaman ini… Gunakanlah tanganmu untk memberangus tanpa babibu atas nama kebenaran dan ayat-ayatNya yang suci, membakar setiap noktah kebatilan yang tumbuh. Beranikah?

Baiklah, tak perlu menyesali para pemimpin bangsa saat ini. Tak perlu banyak berkomentar dengan keadaan pemimpin saat ini. Mereka adalah pemimpin pengecut yang sedikit berani, tanggung-tanggung bertanggung jawab. Amanah meraka, di dalam otak mereka adalah sesuatu yang agung dan kenikmatan, bukan dianggap sebagai tanggungjawab melainkan prestasi dan prestise. Derajat strata sosial ada di genggaman para pemimpin, bukan sebaliknya yang lebih dahulu lapar jika umat lapar. Berapa banyak kekayaan bumi ini. kekayaan umat Islam yang telah bertengger di kantong-kantong BANK tabungan keluarga mereka dan perut juga perut mereka sendiri, perut anak-anak mereka, masa depan mereka di neraka kelak! ini janji Allah bagi orang yang melalaikan kepemimpinannya… seenaknya beralasan ini dan itu, biaya ini dan itu… BBM naik, karena ini dan itu… Ketika isu untuk pemotongan gaji pejabat beredar, dengan cepat isunya dialihkan. Sungguh cerdas dikau wahai para pemimpin umat, negeri ini cepat atau lambat akan binasa di tangan-tangan manusia mesin tak berotak macam dikau.

Kami merindukan pemimpin madani, dimanakah engkau bersembunyi wahai pemimpin idaman? Sungguh, kami akan mendukungmu… InsyaAllah. (Hati yang marah!!!)

Tidak ada komentar:

8 Tulisan Populer Pekan Ini