SELAMAT DATANG DI SITUS BLOG HADZIHI SABILI - JEHADEMUSA

Jumat, 03 Juni 2016

Akar Penyebab Masalah, Koreksi, Tindakan Korektif dan Preventif



Berikut saya share kembali beberapa istilah-istilah yang berhubungan dengan temuan ketidaksesuaian (NC Finding) di dalam audit sistem manajemen, seperti sistem manajemen mutu, lingkungan, K3 dan lainnya. Mungkin hal ini bukan hal yang baru bagi mereka yang sudah berstatus ”senior” di dalam bidang sistem manajemen dan auditing, namun saya harapkan sharing ini dapat bermanfaat bagi para pemula.

Di dalam tulisan ini saya akan memaparkan secara singkat tentang perbedaan antara "rootcause", "correction", "corrective action" dan "preventive action" atau perbedaan antara akar penyebab masalah, koreksi, tindakan korektif dan preventif.

1. Akar Masalah

Akar masalah atau rootcause adalah alasan paling mendasar yang menyebabkan terjadinya ketidaksesuaian, alasan paling mendasar yang menyebabkan terjadinya kondisi yang tidak diinginkan. Akar masalah dirumuskan setelah melalui proses pengkajian mendalam oleh orang yang berkompeten dan setelah melalui proses identifikasi yang sungguh-sungguh terhadap suatu ketidaksesuaian yang telah terjadi atau terhadap suatu kondisi tidak diinginkan yang telah terjadi.


2. Koreksi

Koreksi dirumuskan setelah ketidaksesuaian terjadi atau setelah kondisi tidak diinginkan terjadi. Fokus tindakan koreksi adalah menghilangkan atau meminimalisir akibat dari suatu ketidaksesuaian. Koreksi adalah tindakan untuk menghilangkan ketidaksesuaian yang telah terjadi atau ditemukan, tindakan ini sangat berhubungan dengan TINDAKAN KOREKTIF yang akan kita bahas selanjutnya. Tindakan koreksi bersifat memperbaiki secara langsung, misalnya: rework, regrade, dan sebagainya.


3. Tindakan Korektif

Tndakan korektif akan berfokus pada penyebab (akar penyebab masalah) dari suatu keadaan yang telah terjadi. Tindakan korektif merupakan jawaban untuk mengobati “akar penyakit”. Tindakan ini dirumuskan setelah terjadinya ketidaksesuaian atau setelah kondisi yang tidak diinginkan terjadi.

Tindakan korektif memiliki tujuan khusus yakni untuk menghilangkan penyebab dari ketidaksesuaian yang telah terjadi atau bersifat menghilangkan penyebab dari kondisi tidak diinginkan yang telah terjadi. Tindakan korektif diharapkan dapat mencegah ketidaksesuaian yang sama (kondisi tidak diinginkan yang sama) agar tidak terjadi lagi / terulang kembali di kemudian hari.


4. Tindakan Preventif

Fokus tindakan preventif adalah pada suatu keadaan yang diduga berpotensi akan terjadi,  namun dugaan itu sesungguhnya masih belum terjadi (belum aktual terjadi). Tindakan preventif bertujuan untuk menghilangkan penyebab dari ketidaksesuaian yang dianggap potensial akan terjadi atau dengan kata lain ia bersifat menghilangkan kondisi yang tidak diinginkan dimana hal itu potensial akan terjadi. Tindakan preventif diharapkan dapat mencegah ketidaksesuaian / kondisi yang tidak diinginkan agar jangan sampai terjadi.

Bagaimana dengan penjelasan di atas? Masih bingung? Saya berharap dapat memberikan sedikit pencerahan. Atas kekurangan dalam menjelaskan, mohon dimaafkan.

Tidak ada komentar:

8 Tulisan Populer Pekan Ini