SELAMAT DATANG DI SITUS BLOG HADZIHI SABILI - JEHADEMUSA

Sabtu, 10 November 2012

Huruf Al Qur’an versus Huruf Latin


Bagaimanapun juga caranya, amat sulit untuk mengonversi huruf dari bahasa Arab (baca: Al Qur’an) menjadi huruf latin (baca: Indonesia), meskipun sudah ada panduan oleh beberapa ahlinya. Saya katakan demikian karena ‘udah dari sononya’ setiap huruf Arab belum tentu memiliki padanan tepat di dalam huruf latin. Apalagi jika diteliti lebih jauh, cara-cara pengucapan huruf Al Qur’an memiliki cara tersendiri. Misalkan huruf Sin tidak sama dengan huruf S di dalam latin. Melakukan konversi “Sin” ke “S” tidak akan tepat dan benar, kecuali jika berdasarkan kesepakatan bermakna. Yang saya maksud dengan kesepakatan bermakna adalah konversi dilakukan dengan membutuhkan penjelasan yang detil.

Dalam kehidupan sehari-hari, saya sering kali dinasihati ketika menggunakan bacaan “amin” tanpa menggunakan harakat. Beberapa orang memberikan kritik bahwa cara menulis “amin” seharusnya ditulis sebagai “aamiiin” atau ada yang mengatakan bahwa setidaknya ditulis “amiin”. Jelas dengan kritik itu saya kurang berterima dan menganggap seyakin-yakinnya bahwa menulis “amin” adalah lebih tepat. Konversi huruf Al Qur’an ke huruf Latin tidak dalam urusan harakat, melainkan hanya sebatas pendekatan pengucapan lafal (bunyi huruf). Saya tetap konsisten menggunakan hal ini, seperti juga ketika kita menuliskan “Allah”, ya tetap ditulis “Allah”, bukan “Allaah”.

Menurut hemat saya (cieee…), konversi huruf bukanlah hal yang substansi. Yang paling dituntut adalah ketika kita mengucapkan/melafalkannya. Makanya belajar Al Qur’an, makanya belajar tajwid, makhraj huruf, biar benar dan tepat. Jangan membuang waktu kita terbuang dengan mempermasalahkan penulisan. Seperti yang saya katakan pada awal tulisan ini “bagaimanapun juga caranya, amat sulit mengonversi huruf tersebut”. Saya tetap konsisten, sekali lagi saya ikrarkan “TETAP KONSISTEN”. Konversi huruf dari Al Qur’an menjadi huruf Latin tidak mencakup urusan harakat. “Amin” tetap ditulis “Amin” (bukan “Aamiiin”). “Allah tetap ditulis “Allah” (bukan “Allaah”). “Assalamu’alaikum” tetap ditulis “Assalamu’alaikum” (bukan “Assalaamu’alaikum”).

Tampaknya pembaca sudah mulai paham dengan argumentasi saya, selanjutnya terserah Anda!

Tidak ada komentar:

8 Tulisan Populer Pekan Ini