SELAMAT DATANG DI SITUS BLOG HADZIHI SABILI - JEHADEMUSA

Selasa, 10 April 2018

Alhamdulillah, Putraku Genap Berusia Satu Tahun

Alhamdulillah

1. Saya mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada istriku yang telah melahirkan putraku yang hebat nan shalih. Kehebatan istriku dan energi luar biasa yang telah ia persembahkan sejak putraku masih dalam kandungan, detik-detik persalinan, dan hingga saat ini belum mampu saya tandingi. Masyaallah.

2. Putraku di usia satu tahun ini, ia sudah mulai belajar berjalan. Satu dua langkah, lalu duduk jongkok kembali. Ia sangat suka bersujud (layaknya sujud ketika shalat) ketika kita mengucapkan takbir ALLAHU AKBAR. Ia juga sudah bisa menengadahkan tangan (layaknya sedang berdoa) sambil menggoyang-goyang badannya. Ketika kita mengucapkan kalimat LA ILAHA ILLALLAH, kepalanya langsung bergoyang (layaknya orang sedang tahlilan). Hehe.

3. Putraku di usia satu tahun ini, ia sudah mampu melakukan pengulangan terhadap beberapa kosa kata sederhana yang kita ucapkan. "Minum teh", diucapkannya "teeeh". "Lampu", diucapkannya "abua" sambil mendongak melihat ke atas lampu. Ketika ditanya "Mana kepala", lalu ia menunjuk kepalanya sambil menepuk-nepuk ringan. Ketika ditanya "Mana jempol", lalu ia menunjuk ke arah jempol kakinya. Ketika ditanya "Mana telinga", ia memegang telinganya. Ketika ditanya "Mana hidung", ia menunjuk hidungnya sambil bernapas cepat (menarik dan mengeluarkan napas dengan tempo cepat). Ketika ditanya "Mana gigi", ia lalu memegang giginya. Eh sekarang giginya sudah empat, dua di atas dan dua di bawah. Oiya, putraku juga sudah diperdengarkan rutin beberapa surat pendek Alquran, muncur dari An Nas. Saat ini masih diperdengarkan Al Ashr.

4. Putraku di usia satu tahun ini, ia sudah mulai (dibolehkan) makan apa saja. Hingga usia 6 bulan, kami berusaha agar ia mendapatkan ASI secara eksklusif, meskipun kalau mau jujur ia sebenarnya bukan bayi ASI eksklusif karena beberapa tetes madu, air putih, dan prelakteal lainnya sudah pernah masuk walaupun dengan volume yang sangat sedikit. Jadi, putraku ini dapat dikatakan sebagai bayi dengan ASI eksklusif (dominan). Sejak usia 6 bulan hingga 12 bulan, kami berupaya untuk mempraktikkan MPASI, tapi ternyata kurang berhasil. Jenis makanan dan tekstur yang ia inginkan kadang tidak sesuai teori MPASI yang kami pelajari.

Demikian dulu ya, cerita tentang putraku di usia satu tahun. Sebenarnya panjang sekali kalau mau dituliskan. Namun cukuplah kami sekeluarga saja yang menikmatinya secara utuh. Alhamdulillah. 

Tulisan ini tak sanggup menggantikan betapa bahagia dan sempurnanya kehidupanku. Itulah sebabnya saya malas menulis di blog untuk tema-tema yang sejenis ini. Saya tahu bahwa caraku menulis tak mampu mengisahkan pengalamanku dengan baik dan tepat.

Tidak ada komentar:

8 Tulisan Populer Pekan Ini