Kamis, 17 Maret 2016
PANTAS
Berbagai kerumitan di atas dunia ini terkadang dapat disederhanakan hanya soal kepantasan saja. Ya, hanya soal kepantasan saja.
Ada orang yang pantas ditunjuki jalannya dan ada orang yang pantas dibiarkan sesat.
Ada orang yang pantas memikul beban dan ada yang tidak pantas memikulnya.
Ada yang pantas diberikan pendamping hidup dan ada juga yang belum pantas.
Ada yang pantas dikaruniai anak, cucu, cicit dan ada yang belum pantas.
Ada yang pantas dianugerahi harta, tahta, rupa nan indah, dan kenikmatan dunia, sebaliknya ada juga yang belum pantas.
Lalu siapa yang menilai kepantasan itu? Ialah Allah SWT, maha segala-galanya untuk berkehendak.
Namun yang paling penting bagi kita sebagai penghuni bumi adalah bagaimana kita berupaya untuk pantas.
Kemudian segala urusan penilaian dan penghakiman atas kepantasan mari kita serahkan saja sepenuhnya kepada Allah, Rabb semesta alam.
Bila (menurut kita) ternyata kita telah berupaya keras, lalu masih juga dinilai belum pantas maka sempurnakanlah semua upaya itu dengan sabar dan shalat. Semoga pertolongan segera mendekat.
JHD, Jambi - Tebing Tinggi Nan Sejuk
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
8 Tulisan Populer Pekan Ini
-
Saya akan mencoba menjelaskan perbedaan antara AUDITEE, GUIDE, AUDIT TEAM dan OBSERVER di dalam dunia audit sistem manajemen. AUDIT...
-
Pengantar Sudah menjadi kewajiban setiap perusahaan menyelenggarakan pelatihan dan edukasi internal Sistem Jaminan Halal (SJH) setida...
-
Sudah lama tidak menulis di Blog ini. Saya sedang fokus melakukan pengembangan diri dan peningkatan kompetensi profesional dan keahlian saya...
-
Hari ini, tepat di pagi ini, kita hadir di Masjid Ar Rahman, masjid yang kita cintai ini, untuk menunaikan Shalat Idul Fitri, setela...
-
Hidup ini adalah senda gurau, sandiwara dan permainan. Namun bukan pula berarti itu bahwa ia adalah hampa dari tanda-tanda dan tanpa perlu...
-
Saya yakin banyak di antara kita yang menyukai murattal. Irama yang mudah diikuti. Tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Bacaan ini...
-
Bagaimanapun juga caranya, amat sulit untuk mengonversi huruf dari bahasa Arab (baca: Al Qur’an) menjadi huruf latin (baca: Indonesia)...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar