SELAMAT DATANG DI SITUS BLOG HADZIHI SABILI - JEHADEMUSA

Kamis, 01 Januari 2009

DOMINAN DAN RESESIF

Sahabat pemuda, kita terlalu sering melihat dan mengamati orang lain. Sepertinya, terlalu pandai kita menggunakan mata untuk menjadi pemerhati manusia selain diri kita. Mulai dari memuji karena kelebihannya, hingga suatu saat, di sisi yang lain kita mengkritik habis-habisan karena kekurangannya. Boleh saja, tapi ingat, sisakanlah waktu beberapa detik atau lebih, untuk memoles kelemahan diri menjadi sebuah kekuatan diri yang terindah. Sempatkan waktu diri untuk melirik potensi diri menjadi potensi yang muncul. Ya, potensi yang muncul.


Sahabat, ketahuilah bahwa masing-masing pribadi yang terlahir di dunia selalu bersama potensi. Potensi diri itu ada dua ; potensi muncul dan tak muncul. Istilah ilmu genetikanya, ada yang resesif dan dominan. Potensi yang resesif umumnya mengantarkan pemiliknya menjadi pemuji-muji potensi dominan yang ada pada diri orang lain selain dirinya. Potensi resesif amatlah merugikan pemiliknya. Sedangkan potensi dominan itulah yang terbaik. Maka milikilah ia, bila tidak, niscaya diri akan terbuai dalam pemujian semu yang tak bermakna, hambar tak berasa!

Jemputlah potensi itu dengan memunculkannya. Hancurkan ke-resesif-an potensi diri. Agar potensi diri selalu dominan. Betapa indah dan berbahagianya bagi diri yang mampu memunculkan potensinya. Betapa luar biasanya jika potensi-potensi itu menampakkan fitur-fitur genetik yang membanggakan pemiliknya. Tak hanya itu saja, potensi itu kelak membanggakan agama-Nya. Para “pemuda itu”... pemuda itulah yang berani menjemput dominansi potensi, memunculkannya dalam dinamika hidupnya, alias perjuangan yang tak kenal henti! Siapakah mereka...?

2 komentar:

Anonim mengatakan...

jazakumullah khairan katsira sudah mengingatkan..

T_T

JHD Musa (jehademusa) mengatakan...

Semoga kita senantiasa menjadi pribadi yang luar biasa, amin.

8 Tulisan Populer Pekan Ini