SELAMAT DATANG DI SITUS BLOG HADZIHI SABILI - JEHADEMUSA

Senin, 08 Februari 2010

“MENYAPA KEMBALI, meski sejenak”

Assalamu’alaikum sahabat, lama nian tak berjumpa, sudah berbulan tak menyapa meski dengan satu postingan pun. Hari ini, saya upayakan ada lagi, mungkin hanya menyapa sebentar, sekali ini saja. Kemudian maafkan saya bila tek menyapa lagi untuk beberapa waktu ke depan.

Sejak (kurang lebih) tiga tahun yang lalu, saya telah mulia menulis di blog ini, alhamdulillah ada beberapa goresan sederhana yang ketika saya baca ulang kembali ia telah membantu saya untuk mengingat kembali segala peristiwa yang berlalu. Alhamdulillah, hidup adalah kenikmatan, begitulah saya berpikir sederhana.

Al-Qur’an, ya, itu adalah kitab suci umat Islam. Sebagai Muslim yang beriman kita wajib berinteraksi dengannya. Saya bukan orang ‘alim yang shalih, apalagi bila menyebut diri seorang malaikat suci, tidak! Saya manusia biasa, bahkan jauh dari standar keshalihan. Dengan segala kekurangan yang saya miliki, saya mengajak sahabat pembaca agar saling mengingatkan kita di dalam berinteraksi denbgan kitab istimewa itu. Sebagai pribadi, saya mengajakmu, mengajakmu, mengajakmu untuk menghafalnya. Semoga keberkahan dan kemudahan hidup selalu Allah limpahkan atas kita semua. Amin.

Sejak Agustus 2009, saya telah memulai aktivitas baru di dunia maya yang lain yakni Facebook. Situs jejaring sosial ini semakin ramai, sangat merugi bila kita tidak mengimbanginya dengan setitik kebaikan di sana, sekemampuan. Kesibukan hari-hari sebagai karyawan di PT. LPPPI (Sinar Mas Pulp and Paper), tidak membatasi saya untuk membubuhkan pena di lembaran-lembarab ‘note’ di sana. Hari ini, saya akan menuliskannya dua atau tiga di sini (copy paste).





Cara Menghafal Qur’an (pernah saya tulis di ‘note’ facebook)

Sekadar memanfaatkan waktu-waktu malam, izinkan aku berbagi tentang Al-Qur'an, melalui 'note' fesbuk ini.

Tadi siang, shahibulqur'anku yang sering aku ceritakan kisahnya, akhi fillah Rahmat Firdaus, beliau menulis pada status fesbuknya tentang cara menghafal Al-Qur'an, isi status beliau kurang lebih sebagai berikut :

"Tidak ada cara lain menghafal Al-Qur'an kecuali dengan menghafalnya"

Ya, ini kalimat yang boleh membuat kita aneh memikirkannya, sedikit tersenyum, atau apalah nama ekspresi maupun responnya, terserah, yang penting kita semua harus tahu bahwa satu-satunya agar hafal Al-Qur'an adalah dengan menghafalnya! Ya, hanya dengan menghafalnya, tidak ada cara lain.

Keistimewaan manusia yang hafal Al-Qur'an tidak akan aku ulangi lagi di sini, berbagai kitab mengulas detail tentang hal itu, bahkan kalau ingin praktis silakan saja ketik kata kunci yang tepat di kolom pencarian google, yahoo, dsb., dan kita dengan mudah mengetahui dan memotivasi kita tentang ibadah unik yang satu ini, 'menghafal'!

Sobat, mungkin berbagai alasan dapat kita hadirkan di sini untuk menghindar dari amal istimewa itu, alasan sibuk, alasan umur, atau alasan-alasan lain yang cukup logis dan masuk akal. Akan tetapi perlu kita ketahui bahwa tidak sedikit manusia bumi yang sibuk namun sanggup menyelesaikan juz demi juz hafalannya, tidak sedikit yang menghafal pada usia 'kadaluarsa', dan sehingga aku atau kita semua, tidak memiliki alasan lagi tentang ini.

So, kesimpulannya adalah :

Ya, mari menghafal bebait mulia dan suci itu, yang membuat jannah rindu dengan kita, yang dengan itu kelak menjadikan Ayah dan Ibu kita dinobatkan Allah sebagai Ortu termulia (bayangkan, mereka dimuliakan!), yang membuat bidadari suci mengejar kita, malaikat menemani kita, dan ini dan itu, segala manis, suka, dan luar biasa, sangat!

Maka, mari menghafal Al-Qur'an...
Tidak ada cara lain, kecuali dengan ... ???
MENGHAFALNYA!







Tulisan berikutnya, masih tentang Al-Qur’an :
MILIKILAH JIBRIL ITU!
MILIKILAH JIBRIL ITU!
MILIKILAH JIBRIL ITU!


Milikilah ia, seorang sahabat seumpama Jibril!
Adapun sahabat yang aku maksud di sini adalah seseorang yang menemani kita dalam belajar dan menghafal Al-Qur'an, bukan malaikat Jibril. Agar lebih menarik, aku sebut ia sebagai ‘Jibril’.


Aku sering mengistilahkan ‘sahabat’ yang satu ini dgn sebutan shahibulqur'an [ShahibQ], pernah memilikinya dalam beberapa waktu yang silam. Ia sekaligus merangkap sebagai Guru, di samping ia juga sebagai teman.

Rasakan kemudahan dan beberapa keajaiban dalam menghafal ketika memiliki shahibQ, meski bukan malaikat. Bahkan ini merupakan anjuran yang sangat penting, tidak boleh ditinggalkan bila kita ingin memiliki hafalan Al-Qur'an. Proses takrir [menyetor] atau muraja'ah [mengulang/mengembalikan] adalah kegiatan yang mutlak ditemani shahibQ.

Satu hal yang tidak kalah penting jika memiliki shahibQ, kita akan 'berkompetisi' dalam menambah pencapaian target hafalan harian, pekanan, bulanan, dan tahunan. Setiap saat apa saja, mungkin akan ada kalimat "akhi, antum sudah berapa?". Ini bukan kalimat untuk 'mengukur', melainkan suatu cara meraih motivasi.

Berbahagia dan amat senanglah orang yang memiliki shahibQ, teman yang akan 'duduk sebangku' pada perkuliahan indah di negeri akhirat kelak, insyaALLAH. Di dunia saja, kita dgn mudah membersamainya dalam setiap waktu, 1 surah atau 1 juz yang pernah dihafal bersama - membuat kita selalu ingat dgn namanya. Melantunkan hafalan itu menyiratkan wajah dan kenangan kebersamaan dgn shahibQ, [dan ini bukan 'lebay'].

Terakhir sebagai penutup, perlu kita ingat bersama bahwa Rasulullah Saw. dalam menghafal Al-Qur'an selalu ditemani Jibril yang diutus oleh Allah. Rasulullah mempunyai 'shahibQ', yakni Malaikat Jibril!

Kenapa kita tidak? Maka cari dan milikilah 'malaikat'mu! Milikilah 'Jibril' itu, meski hanya berwujud manusia biasa.

Oh iya, jarak bukan alasan untuk takrir dan muraja'ah. Zaman yang serba 'dekat' telah memudahkan kita dalam hal ini. Jika terpaksa pun, takrir dan muraja'ah via telfon boleh-boleh saja, asalkan pulsanya ada ^_^


JHD Elmusa

Tidak ada komentar:

8 Tulisan Populer Pekan Ini