SELAMAT DATANG DI SITUS BLOG HADZIHI SABILI - JEHADEMUSA

Jumat, 01 Mei 2009

ADK Banyak Jadi Sufi

Beberapa waktu yang lalu, di wisma X (nama wismanya tidak boleh disebutkan), Saya merah-marah besar. Pasalnya, di wisma X tersebut sudah beberapa bulan terakhir sering memutar film barat. Hah, astaghfirullah. Tidak sedikit juga para ‘gaek’ wisma yang ada di wisma menentang Saya. Para senior gaek, angkatan 05 ke atas juga banyak yang jadi SUFI (Suka Film).

Ini Kisah Fiktif, mungkin saja benar-benar terjadi :

“Akhi, tak baik, tak boleh berlebih-lebihan”. Ha...? Apanya yang tak baik? Apanya yang berlebihan? Saya yang melarang atau mereka yang menonton film ‘asusila’ itu (film asusila = film barat, apapun judulnya, termasuk yang film perang-perang yang semakin tak jelas bagi Saya yang memandangnya, seakan-akan sebagai film motivasi berjihad), yang dikatakan sebagai tindakan tak baik, sebagai tindakan berlebihan. Astaga! Dunia sudah terbalik, termasuk para penghuni wisma. Akhirnya, di suatu malam, setan pun muncul, sehingga kalimat kosa kata minang asusila seperti “kanciang”, “anjiang”, (Afwan, saya samar-samar mendengarnya kala itu), kalimat itu keluar dari mulut penentang Saya. Na’udzubillah. Wah, betapa malunya dakwah kampus ini, ternyata masih banyak juga ADK yang belum suci mulutnya, kata-kata najis belum hilang dari mulut ADK. Kata-kata yang dibawa dari kampuang, dari rumah, atau dari setan, sebaiknya tidak perlu dibawa ke wisma. (Saran saya, para struktur kampus perlu menyiapkan 'lado kutu' untuk digosok di gigi dan mulut para 'pancaruik' yang masih berkutat di wisma). Ha ha ha , atau jangan-jangan struktur kampus itu yang bacaruik... Astaga naga!


ADK Kehilangan Militanisme

Sudah, sudah. Mari membuka mata dan telinga. Tidak hanya satu wisma yang saat ini sudah layak disebut sebagai gudang sampah (wah, ekstrim banget nih??!?!). Gudang sampah, karena menyimpan kotak sampah, TV. Arus ghazwul fikri sudah menjadi-jadi. Termasuk bacan-bacaan yang tak berharga pun sudah menjadi jadi. Tak terkecuali komik doraemon, juga komik-komik lain yang tak bermutu, sama sekali tak bermutu! Titik. Juga novel, novel percintaan, atau novel yang mengajak melacur dini, bukan nikah dini, walaupun tampang luarnya 'nikah dini'. ADK jangan sampai mengkonsumsi bacaan hipnotis untuk melacur dini jika kantong dan modal tidak ada.

Semua apa yang kita lihat dan kita baca, juga yang kita dengar, semuanya akan mempengaruhi hidup kita. Saya yakin, semua sudah pernah mengikuti materi ghazwul fikri. Dan Saya yakin, semua sudah tah, hanya saja mungkin banyak yang belum paham. Dan semoga pertemuan kita di tulisan ini membuat semuanya paham atau cenderung semakin tak paham.

Akhi, ukhti, kita memiliki pekerjaan besar. Tidak selesai dengan menonton sebanyak-banyaknya. Tidak selesai dengan berteman dengan komik, Tidak! Apalagi jika berlama-lama dengan KoS. Ohya, ada yang terlupa, menonton – termasuk film palestina. Film palestina tidak semua mendidik, tidak semuanya, banyak hal yang belum sempurna penggambarannya, atau bahkan juga melalaikan para penontonnya sendiri dari berjihad, cenderung menyukai kisah palestina via layar daripada berjuang atau berikhtiar melalui jalan terhormat yang tak sekadar menonton. Jika ingin menggali info tentang palestina, baca saja majalah atau info yang tertulis. Itu lebih prioritas bila Saya memandangnya.

Ada suatu yang selama ini terlupa, termasuk dilupakan oleh para pembesar atau petinggi dakwah kita. Saat ini kita melihat ADK tidak semilitan yang dahulu, tidak sehebat kualitas ADK zaman dulu. Saya bukan pesimis tapi sekadar tak optimis saja. Mengapa? Al-Qur’an sudah jauh. Hampir dapat dipastikan, sangat jarang ikhwan akhwat yang mengikuti halaqah Al-Qur’an, hanya mengandalkan pertemuan tarbiyah saja dengan Murabbi. Itu tidak cukup.

Kita tidak akan bisa. Tidak akan bisa bila seperti ini terus. Catatan untuk para generasi yang ada di ‘PAUH’. Terutama para penghuni wisma,. Lihatlah hasil kerja kita di tahun 2009 ini. Ada yang perlu kita pilukan, apakah ini karena salah kita? Semoga antum semua memahaminya... Afwan ala kulli hal jika kalimat2 di dalam tulisn ini to the point, terutama bagi mereka yang menulis dengan bahasa puitis dan bahasa majas. Ah, Zaman ini itu 'gak laku, harusnya to the point.

Wallahu a’lamu biman dhalla ‘an sabilihi wa a’lamu bilmuhtadiin... Dan Allah sangat tahu siapa saja yang pantas disebut sesat dari jalanNya, dan siapa yang pantas mendapat petunjukNya.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

assalamu'alaikumWrWb,JHD.astaghfirullah........
kejadian itu, jika memang benar adanya,mesti sgr ditindaklanjuti
mmm..........tausiyahi terus dan do'akan semga berubah...namanya jg mausia
sering khilaf
BPW...pa kabar ya????
bahas segera (mmmmmmmmmm,tp jgn kelamaan di bahas bisa membudaya tuh..)
astaghfirullah....

8 Tulisan Populer Pekan Ini