SELAMAT DATANG DI SITUS BLOG HADZIHI SABILI - JEHADEMUSA

Rabu, 22 Juni 2016

Kabarkanlah Bahwa Pertolongan Itu Sangat Dekat



Tadi malam adalah giliran saya diamanahkan memberi taushiyah dan sekaligus mengimami shalat isya, shalat tarawih, dan shalat witir di Masjid Al Jihad Komplek Sinar Mas Group Tebing Tinggi Tanjung Jabung Barat Jambi. Karena tadi malam adalah hari Selasa, hari kerja bagi sebagian besar karyawan maka jamaah masjid yang ikut shalat tarawih jauh lebih banyak dari beberapa hari sebelumnya,  Jumat, Sabtu, Ahad, dan Senin. Jamaah shalat tarawih akan meningkat mulai dari Selasa, Rabu, dan puncaknya di hari Kamis atau malam Jumat.

Masjid Al Jihad adalah masjid unik. Ini adalah masjid yang lumayan besar dan berada paling dekat dengan lokasi pabrik PT. Lontar Papyrus, salah satu anak perusahaan Sinar Mas yang berlokasi di Sumatera. Jamaah masjid ini sebagian besar adalah lajang murni atau mereka yang melajangkan diri alias lajang palsu. Lajang palsu ini adalah mereka berpisah jauh dari istrinya. Ada yang istrinya berada di Kota Jambi, atau daerah lain di Provinsi Jambi, bahkan ada yang istrinya berada di Palembang, Pekan Baru, Padang, Medan, Lampung, bahkan di Pulau Jawa. Kita dapat membayangkan betapa banyak airmata akan bercucuran jika topik ceramah Ramadhan yang saya pilih adalah “Mereka Nan Malang Ditinggal Istri”, hehe. Tapi saya tidak mengambil topik itu untuk menghindari jamaah pingsan. Barangkali yang pertama kali pingsan adalah penceramahnya sendiri. Wkwk.

Saya melirik jam yang berdiri tegak di hadapan saya, jam ini katanya mahal, alhamdulillah tepat pukul 21:00 WIB amanah untuk memimpin shalat dan berceramah di masjid ini telah tertunaikan dengan baik. Semoga apa yang saya sampaikan memberi inspirasi bagi kaum muslim dan muslimah. Lalu apa yang saya sampaikan di dalam ceramah Ramadhan kali ini? Apa surat dan ayat Al Quran yang saya baca di dalam shalat? Berikut ringkasan kisahnya.

Amanah pertama, memimpin shalat Isya. Shalat isya sebanyak empat rakaat dimana dua rakaat yang pertamanya disunnahkan membaca bacaan alquran selain Al Fatihah. Saya membaca surat Ash Shaf di rakaat pertama, tetapi hanya potongan surat saja yakni ayat 10-11. Tadinya berencana hingga ayat 12 tetapi tiba-tiba ingin mempersingkat shalatnya. Pada rakaat kedua, saya membaca Al Zalzalah utuh.

Amanah kedua, berbagi taushiyah di hadapan jamaah Al Jihad. Saya menyampaikan tentang pertolongan yang amat dekat, sebagaimana disinggung di dalam potongan Surat Ash Shaf di atas. Simak uraiannya berikut ini.

Bapak/Ibu jamaah masjid Al Jihad yang dirahmati Allah, kita semua yang hadir di sini pasti memiliki masalah pribadi masing-masing. Tidak ada yang tidak punya masalah. Masalah terbesar kita adalah tidak adanya jaminan bahwa seluruh kesalahan dan dosa-dosa masa lampau kita telah diampuni oleh Allah, ada yang sadar, lalu beristighfar, bertaubat, namun kemudia mengulangi lagi kesalahan yang serupa. Jadi, masalah kita adalah tidak adanya jaminan ampunan dari Allah lantaran kita masih setengah-setengah untuk berubah menjadi shalih. Memang, kita dianjurkan bersangka baik kepada-Nya karena Allah maha pengampun. Namun kita kadang bermain-main dengan taubat. Ingat bahwa dosa yang belum diampuni akan memberikan konsekuensi berupa siksa yang amat pedih di akhirat kelak. Intinya kita punya masalah serius yakni dosa dan kita harus minta tolong kepada Allah.

Firman Allah: Maukah kalian Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kalian dari siksa yang pedih?

Allah menawarkan pertolongan atas masalah pribadi kita, masalah yang amat serius. Mari kita lihat lanjutkan ayat tadi: “Kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan kalian berjihad di jalan-Nya dengan harta dan jiwa kalian...”

Di sinilah saya menyampaikan bahwa kunci untuk mendekatkan pertolongan Allah adalah:

1. Milikilah aqidah yang benar. Keimanan kepada Allah dan Rasul-Nya haruslah mantap. Implementasi dari dua kalimat syahadat harus kokoh, tidak boleh setengah-setengah. Hindari perbuatan syirik! Kerjakanlah sunnah Rasulullah SAW.

2. Berjuanglah untuk agama Allah, yakni dengan mengorbankan materi bahkan nyawa kita sekalipun.

Kemudian di akhir taushiyah, saya menyampaikan terjemahan sebuah hadits untuk memotivasi jamaah agar mengajarkan Al Quran atau memfasilitasi pengajaran Al Quran bagi anak-anak mereka. Di akhirat kelak Allah menjanjikan jubah kemuliaan bagi sebagian manusia. Ini adalah pertolongan dan sekaligus kemuliaan luar biasa yang diberikan kepada orangtua melalui perantara anak-anaknya.

Ajarkanlah dan perintahkanlah shalat di umur 6 tahun kemudian pukul mereka apabila tidak shalat jika telah berumur 10 tahun. Mengajarkan Al Quran adalah bagian dari mengajarkan shalat. Shalat tanpa bacaan Al Quran (Al Fatihah) yang benar akan menjadikan shalat yang ditunaikan tidak sempurna, bahkan bisa jadi tidak sah. Satu-satunya ibadah yang mengandung “perintah memukul jika tidak dikerjakan” adalah shalat, dimana di dalamnya ada bacaan Al Quran.

Amanah Ketiga, memimpin shalat tarawih dan witir. Jumlah rakaat tarawih di masjid ini adalah sebanyak 8 rakaat dengan 4 kali salam. Dilanjutkan dengan witir sebanyak 3 rakaat dengan 2 kali salam.

Di dalam shalat tarawih, saya membaca surat Ar Rahman ayat 1 - 60, secara proporsional terbagi di dalam setiap rakaat yang berjumlah delapan itu. Lalu melanjutkan ayat 61 hingga ayat 78 pada rakaat pertama shalat witir, membaca surat Al Kafirun pada rakaat kedua, dan membaca “Triple-Qul” (Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas) pada rakaat terakhir.

Demikianlah kisah saya di Masjid Al Jihad tadi malam. Semoga Allah menerima ibadah kami. Aamiin.

Tidak ada komentar:

8 Tulisan Populer Pekan Ini