SELAMAT DATANG DI SITUS BLOG HADZIHI SABILI - JEHADEMUSA

Rabu, 05 Desember 2007

ANTIOKSIDAN ALAMI SEHAT ALAMI (1)

Salah satu senyawa kimia yang mampu menghambat penuaan dan mengatasi berbagai macam penyakit kronis yang diakibatkan oleh radikal bebas adalah antioksidan. Antioksidan yang paling aman adalah antioksidan alami. Antioksidan ini berasal dari tumbuhan yang diekstraksi. Dewasa ini penelitian tentang pemanfaatan tumbuhan yang memiliki zat antioksidan terus dikembangkan. Pengembangan dari penelitian ini teraplikasikan dalam bentuk makanan yang dapat dikonsumsi secara bebas oleh masyarakat.
Kesehatan adalah hal terpenting dan utama dalam kehidupan manusia dibandingkan yang lainnya seperti kedudukan, kekuasaan, kekayaan, nama baik yang biasanya menjadi obsesi manusia. Tanpa kesehatan yang baik apapun yang diperoleh menjadi tidak bermakna dan orang yang tidak sehat tentunya tidak bahagia karena selalu memikirkan cara untuk bertahan hidup. Oleh karena itu sehat dan bugar tanpa mengenal usia tentunya merupakan suatu dambaan setiap orang.
Makanan dan kesehatan adalah dua hal yang sangat berkaitan. Sebagaimana kita ketahui bahwa banyak orang yang mengatakan bahwa “kita adalah apa yang kita makan”. Para ahli telah banyak menemukan keterkaitan antara kapasitas antioksidan yang masuk ke dalam tubuh dengan hubungan eratnya terhadap kandungan antioksidan dari suatu tumbuhan yang diolah dalam bentuk makanan. (Tea Kulisic, 2006).
Berbagai definisi telah diberikan untuk menggambarkan “Antioksidan”. Secara umum, antioksidan didefinisikan sebagai senyawa yang dapat menunda, memperlambat dan mencegah proses oksidasi lipid. Dalam arti khusus, antioksidan adalah zat yang dapat menunda atau mencegah terjadinya reaksi antioksidasi radikal bebas dalam oksidasi lipid (Wini, 2003)

Proses penuaan dan penyakit degeneratif seperti kanker kardiovaskuler, penyumbatan pembuluh darah yang meliputi hiperlipidemik, aterosklerosis, dan trombosis (penyebab stroke dan darah tinggi) serta terganggunya sistem imun tubuh dapat disebabkan oleh stress oksidatif.
Stress oksidatif sendiri berarti keadaan tidak seimbangnya jumlah oksidan dan prooksidan dalam tubuh, Pada kondisi ini, aktivitas molekul radikal bebas atau spesies oksigen reaktif (SOR) dapat menimbulkan kerusakan seluler dan genetika. Kekurangan zat gizi dan adanya senyawa xenobiotik dari makanan atau lingkungan yang terpolusi akan memperparah keadaan tersebut.
Bila umumnya masyarakat Jepang atau beberapa masyarakat Asia jarang mempunyai masalah dengan berbagai penyakit degeneratif (Wini, 2003), hal ini disebabkan oleh menu sehat tradisionalnya yang kaya zat gizi dan komponen bioaktif, Zat-zat ini mempunyai kemampuan sebagai antioksidan, yang berperan penting dalam menghambat reaksi kimia oksidasi, yang dapat merusak makromolekul dan dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Peran antioksidan bagi kesehatan tubuh telah banyak mendapat perhatian dari banyak kalangan ilmuwan sejak beberapa dasawarsa lalu. Ratusan penelitian antioksidan telah dilaporkan pada forum - forum publik. Di lain pihak, keinginan masyarakat awam untuk memperoleh khasiat antioksidan pun tak kalah serunya.”Demam Antioksidan “ini selain terlihat jelas oleh munculnya produk antioksidan komersial mulai dari pangan fungsional hingga suplemen dalam waktu singkat, juga terlihat jelas pada keinginan orang untuk berkunjung ke negeri sakura dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Saat ini tersedia beragam jenis minuman dan makanan kaya antioksidan. Ada yang sekedar memfortifikasi (memperkaya) produk dengan komponen-komponen aktif antioksidan dan bahkan ada pula yang langsung memanfaatkan bahan baku yang kaya akan antioksidan.
Antioksidan sangat beragam jenisnya. Berdasarkan sumbernya antioksidan dibagi dalam dua kelompok, yaitu antioksidan sintetik dan antioksidan alami. Antioksidan sintetik adalah antioksidan yang diperoleh dari hasil sintesis reaksi kimia. Contoh antioksidan jenis ini seperti : Butil Hidroksi Anisol (BHA), Butil Hidroksi Toluen (BHT), propil galat, Tert-Butil Hidoksi Quinon (TBHQ) dan tokoferol. Antioksidan tersebut merupakan antioksidan alami yang telah diproduksi secara sintetis untuk tujuan komersial (Wini, 2003). Antioksidan alami adalah antioksidan hasil ekstraksi bahan alam tumbuhan. Beberapa tumbuhan memilik kandungan antioksidan. Kandungan antioksidan tersebut berhubungan erat dengan komposisi senyawa kimia yang terdapat di dalamnya. (Kulisic, 2006)
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan kebanyakan senyawa antioksidan yang diisolasi dari sumber alami adalah berasal dari tumbuhan. Isolasi antioksidan alami telah dilakukan dari tumbuhan yang dapat dimakan, tetapi tidak selalu dari bagian yang dapat dimakan. Antioksidan alami tersebar di beberapa bagian tanaman, seperti pada kayu, kulit kayu, akar, daun, buah, bunga, biji, dan serbuk sari (Juliani, 2002)
Senyawa antioksidan alami tumbuhan umumnya adalah senyawa fenolik atau polifenolik yang dapat berupa golongan flavonoid, turunan asam sinamat, kumarin, tokoferol, dan asam-asam organic polifungsional (Tea kulisic, 2006) ditambahkan oleh Ardiansyah (2002) golongan flavonoid yang memiliki aktivitas antioksidan meliputi flavon,flavonol, isoflavon, kateksin, flavonol dan kalkon. Sementara turunan asam sinamat meliputi asam kafeat, asam ferulat, asam klorogenat, dan lain-lain. Senyawa antioksidan alami polifenolik ini adalah multifungsional dan dapat beraksi sebagai (a) pereduksi, (b) penangkap radikal bebas, (c) pengkelat logam, (d) peredam terbentuknya singlet oksigen.

Tidak ada komentar:

8 Tulisan Populer Pekan Ini