Mari! Marilah berpikir sejenak. Marilah merenungi tentang dakwah dan pergerakan. Mari luangkan waktu memikirkan Islam yang suci. Demi dakwah dan jamaa’ah, buanglah kesibukan duniawi. Raih keridhaanNya dengan berbuat lebih, lebih, dan lebih banyak lagi…
Dakwah kampus! Ikhwatifillah, kita adalah mahasiswa. Takdir kita adalah mahasiswa. Dakwah kampus adalah keniscayaan untuk kita. Pilihan Allah telah terjadi atas diri kita, menurut Allah kita adalah orang yang tepat untuk bekerja mensukseskan proyek Allah di kampus ini.
Pekerja? Kita adalah pejuang yang bekerja, pekerja yang berjuang untuk Islam. Perjuangan itu adalah pengorbanan sebagaimana banyak yang berkata, pengorbanan untuk agama yang haq hingga akhir hayat. Itulah jalan kita…jalan yang pernah dilalui oleh para Nabi dan Rasul Allah.
Pengorbanan…, tidak semudah mengucapkan katanya. Pengorbanan artinya ada yang dikorbankan. Tahap awal pengorbanan harus melalui dari ‘mulai dari diri sendiri’. Singkat kata : Pengorbanan membutuhkan tekad kita untuk berkorban…DIRI KITA TERKORBANKAN ke dalam perjuangan dakwah.
Seperti apa? Seperti apa kita harus berkorban. Terlalu banyak, terlalu banyak bila diuraikan. Minimal kita mampu berkorban untuk diri sendiri. Mengorbankan waktu-waktu kita untuk meng’hidup’kan Islam. Ada waktu kuliah yang sedikit terganggu, kegiatan pribadi yang mungkin terpinggirkan…Minimal itulah sederhananya pengorbanan kita.
Ikhwatifillah, pertemuan kita di dalam tulisan ini. Izinkan mata hati kita melirik perjuangan kita untuk dakwah kampus. Lirikan tajam menuju dakwah kampus yang massif. Pandangan serius mengevaluasi kerja-kerja dakwah kita. Mempertahankan perjuangan generasi saat ini dan melirik generasi pengganti. Itulah hakikat pergerakan kita…
Hakikat? Ya, itulah hakikat dakwah…Dakwah kaderisasi dan regenerasi adalah kepastian. Penglihatan seorang kader berkualitas adalah penglihatan yang visioner. Pasti, visioner dalam mem’follow-up’i setiap kerja-kerja dakwah. Tentu, kita lebih dahulu mengevaluasinya.
Sejauh mana? Sejauh mana kita telah memberi yang terbaik? Pertanyaan sederhana yang cukup mencemaskan kebanggaan jiwa… Bila ada suatu pengakuan bahwa kita adalah pejuang dakwah kampus saat ini maka pastikanlah bahwa ini bukanlah karena kita. Kita adalah produk dakwah kaderisasi para pejuang sebelum kita. Kita hadir di sini, bersama bertemu menggalang kekuatan, berjuang dengan kumpulan semangat berapi-api…Semuanya bukanlah hasil kerja kita. Kita ada di sini sebagai hasil kerja generasi sebelum kita. Bukti sederhana bahwa mereka telah bekerja dengan baik?
Lalu, kerja kita mana? Usikan hati yang terdesak oleh sebuah pertanyaan mungil…
Kerja kita mana? Kerja kita adalah generasi setelah kita. Lihat saja dan perhatikan kualitas generasi pejuang setelah kita. Perhatikan seksama semangat mereka, tidak hanya kualitas tetapi kuantitas juga diperlukan…
Intinya apa? Intinya terletak pada kualitas kerja kaderisasi dan regenerasi yang kita lakukan. Tampilan produk generasi pengganti mencerminkan kesuksesan perjuangan, pengorbanan, dan segala sesuatunya yang pernah kita rintis…
Mengakhiri ucapan salam jihad ini, sekedar mengutip kalimat populer aktifis dakwah kampus demi menyemangati kita kembali…”dan dakwah kampus begitu indah”… keindahannya mempesona mengibaskan hawa segar untuk triple area hidup kita, mempesona terhadap akal kita, mempesona terhadap ruh dan jasad kita. (jhd)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
8 Tulisan Populer Pekan Ini
-
Saya akan mencoba menjelaskan perbedaan antara AUDITEE, GUIDE, AUDIT TEAM dan OBSERVER di dalam dunia audit sistem manajemen. AUDIT...
-
Hari ini aku mengenangmu kembali. Tidak terasa waktu itu ternyata cepat sekali berlalu. Tepat setahun lalu di tanggal yang sama dengan hari ...
-
Sebenarnya membanding-bandingkan bidang ilmu dengan tujuan mencari mana yang lebih baik adalah pekerjaan paling bodoh di atas bumi, itu pe...
-
Atas Nama Cinta Rabb, izinkan aku mencintainya Inilah doa-doa panjang dalam sujud harian. Mudah-mudahan ada perubahan di detik detik penanti...
-
Pada suatu kesempatan dimana saya menjadi instruktur pelatihan Sistem Jaminan Halal Internal bagi karyawan baru, ada pertanyaan menga...
-
Mari Berikhtiar Akademik… Kalau ada istilah revolusi akademik beberapa tahun yang lalu dimunculkan. Entah itu hasil ‘konsorsium’ para ADK at...
-
Hebat, padek… Karena kita dan antum semua bergembira dengan datangnya Ramadhan yang mulia. Tapi ingat, ada sebagian orang yang pura-pura gem...
-
Sekadar menjawab secara singkat, mengapa bahasa yang digunakan di dalam tulisan ilmiah selalu berbentuk pasif. Ini disebabkan oleh pekerja...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar