Bagaimanapun, itu WAJAR!
Kalau ada yang sedih, itu wajar. Sebab mereka amat cinta dengan kita.
Kalau ada yang kecewa, lebih wajar lagi. Sebab mereka menaruh harapan pada kita.
Kalau ada yang semakin nyata kebenciannya, juga wajar. Sebab mereka diciptakan sebagai penikmat jalan juang kita.
Kalau ada yang bahagia (seperti saya), sangat wajar, sebab tanda-tanda kemenangan itu sudah semakin dekat untuk kita demi kemaslahatan bagi siapapun mereka.
Wa basysyir Ashshabirin, wa basysyir Almu'minin :-)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
8 Tulisan Populer Pekan Ini
-
Saya akan mencoba menjelaskan perbedaan antara AUDITEE, GUIDE, AUDIT TEAM dan OBSERVER di dalam dunia audit sistem manajemen. AUDIT...
-
Pengantar Sudah menjadi kewajiban setiap perusahaan menyelenggarakan pelatihan dan edukasi internal Sistem Jaminan Halal (SJH) setida...
-
Sudah lama tidak menulis di Blog ini. Saya sedang fokus melakukan pengembangan diri dan peningkatan kompetensi profesional dan keahlian saya...
-
Hari ini, tepat di pagi ini, kita hadir di Masjid Ar Rahman, masjid yang kita cintai ini, untuk menunaikan Shalat Idul Fitri, setela...
-
Hidup ini adalah senda gurau, sandiwara dan permainan. Namun bukan pula berarti itu bahwa ia adalah hampa dari tanda-tanda dan tanpa perlu...
-
Saya yakin banyak di antara kita yang menyukai murattal. Irama yang mudah diikuti. Tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat. Bacaan ini...
-
Bagaimanapun juga caranya, amat sulit untuk mengonversi huruf dari bahasa Arab (baca: Al Qur’an) menjadi huruf latin (baca: Indonesia)...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar